harapan yang tumbuh Hati yang patah
Semenjak awal perkenalan yg begitu singkat saat itu,kau selalu menghidupkan suasanaku dengan canda dan tawa. Bersenda gurau Lewat ponsel dengan telpon seluler sudah lazim bagi kita. Canda dan tawa lewat media online pun tak pernah kelewatan. Semuanya begitu terasa.terasa akan hadirnya dirimu disisiku. terasa,Seakan dunia ini milik kita berdua. Hari berganti malam,tetap saja sama. Namun ada satu masa yg membingungkan. Masa dimana kamu yg biasanya menyapaku dengan canda dan tawa, tapi malah berubah menjadi tak acuh yg kau tunjukan. Kamu terlalu banyak bercanda untuk aku yang serius. Diam diam kamu menyembunyikan musuhku di dalam selimutmu. Tak ku sangka sekejam itu dirimu. Pagi datang lagi,membangunkanku dengan kicauan burung dan mentarinya Hari yang berbeda,waktu yang berbeda dan masa yg berbeda pula. Masih dengan perasaan yang sama,yang menunggu pesan darimu masuk dalam ponselku. Sekedar selamat pagi akan jadi dua kata yang paling hebat untuk meng...