harapan yang tumbuh Hati yang patah











Semenjak awal  perkenalan yg begitu singkat saat itu,kau selalu menghidupkan suasanaku dengan canda dan tawa.
Bersenda gurau Lewat ponsel dengan telpon seluler sudah lazim  bagi kita.
Canda dan tawa lewat media online pun tak pernah kelewatan.
Semuanya begitu terasa.terasa akan hadirnya dirimu disisiku.
terasa,Seakan dunia ini milik kita berdua.

Hari berganti malam,tetap saja sama.
Namun ada satu masa yg membingungkan.
Masa dimana kamu yg biasanya menyapaku dengan canda dan tawa, tapi malah berubah menjadi tak acuh yg kau tunjukan.
Kamu terlalu banyak bercanda untuk aku yang serius.
Diam diam kamu menyembunyikan musuhku di dalam selimutmu.
Tak ku sangka sekejam itu dirimu.

Pagi datang lagi,membangunkanku dengan kicauan burung dan mentarinya
Hari yang berbeda,waktu yang berbeda dan masa yg berbeda pula.
Masih dengan perasaan yang sama,yang menunggu pesan darimu masuk dalam ponselku.
Sekedar selamat pagi akan jadi dua kata yang paling hebat untuk mengawali hariku,ternyata tidak ada.
Pesan singkat  whatsup yg biasa kudahulukan denganmu ternyata cuma centang dua abu-abu yang tak kunjung biru.
Semuanya terasa begitu berbeda.

Dalam sekejap ku berimajinasi wajah dan senyummu berhasil kutemui walupun masih sedikit samar.
Lagi lagi imajinasimu menertawakanku karena berhasil menemuimu
Sementara realitas?dalam realitas kita berdua hanyalah dua orang  yang berlari.aku sibuk mengejarmu,sedangkan kau sibuk menghindariku.

Apa sebenarnya yg menjadi istimewah dirimu.hingga untuk melupakanmu saja butuh waktu yg lama.
Apakah karna cinta?ahh entahlah.
Ataukah aku yang terlalu berharap.

Dalam keadaan yang tak sengaja kau dengan temanmu kita bertemu.namun entah kenapa?
kamu selalu saja  yg pertama jadi sorotan dimataku.kamu seakan jadi tuan dalam hati,bukan lagi tamu yg datang lalu pergi.

Sebenarnya kamu adalah tempat seluruh ekspektasiku berada.lalu tiba tiba yang murni mulai terkontaminasi.
Perasaanmu yg dulu jujur dan semua tentangmu yg ku anggap baik kini penuh dengan kedustaan.
Belum terpijak langkah pertama,
Belum sejauh kita mengenal satu sama lain,
Kau buat aku tersandung jatuh tersungkur.
Kamu menjadi tak acuh dan selalu menghindar.

Sedih,kita belum saling mengakhiri tapi aku sudah merasa sendiri.
sepertinya di dalam ingatanmu memang telah hilang cinta dan cerita kita.

Komentar