Kau dan Aku pernah menjadi Kita yg tak bisa sama
Jadi begini,
Bolehkah aku membahas sedikit mengenai kita?
Iya kita.
Kita yang tak sengaja di pertemukan semesta dalam waktu yg tak pernah kita rancang sebelumnya.
Kita yg pernah bahagia bersama dalam waktu yg tak sedikit ,
Yah... bisa dibilang waktu yg tak bisa diperhitungkan.
Tentu saja kita.
Pagi ,untuk menyapa setiap mengawali hari.kita bersama sama menyuguhkan dengan secangkir kopi.sembari memberi senyuman dari pipi lesungmu yg manis.
Pagi berganti malam lalu malam berganti pagi tetap saja sama, kopi dan senyumMu yg mengawali hari.
Senyum dari pipi lesungmu dan tawa yg kerap kali hadir menghiasi wajahmu membuatku tetap bertahan dengan sejuta harapan yang pastinya kau memberiku kepastian.
Namun Seiring berjalanya waktu.kata "kita" yg biasa di sapa.berubah menjadi "kau dan aku "yg pada akhirnya tak pernah bisa sama.
Kata - kata yg biasa manjadi juara di awal berjumpa berubah menjadi caci makian yg kian melebarkan jarak.cara dan sikap yg tak biasapun ditunjukan.
Aku juga tak mengerti mengapa hal ini terjadi.
Apakah ini cara Tuhan nge-prank atau cara Tuhan memisahkan dua insan yg berbeda.
Haha.sekali lagi aku juga tak mengerti.
Terkadang aku harus mengalah meski tak bersalah.terkadang juga aku musti jadi pemaaf yg tak pernah lelah
Sedangkan kamu, adalah si pemberi luka yg tak pernah merasa bersalah.
Dirimu yg tak peka atau aku yg tak punya muka?
Hingga untuk mempedulikanmu saja tak pernah dihargai.
Jika memang benar dirimu yg tak peka.
Maka aku akan mengatakan bahwa kamu adalah sang pujaan yg miris.
Kamu tanya kenapa?
Karna kamu mengabaikan tulusku yg tak pernah habis.
Jika tak lagi cinta tak perlu pura pura.
Jika memang bosan katakan saja.
Aku siap menentukan sikap.
Karna cinta tak perlu lagi di paksa.

Komentar
Posting Komentar